Powered By Blogger

Senin, 25 Mei 2015

"CINTA Vs SAHABAT"




hallo guys ini postingan pertama saya, kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan kata-kata CINTA, nah saya disini akan posting masalah CINTA dan SAHABAT, okey langsung saja simak yaaa. :D

“CINTA” iya sekarang kita bicara soal cinta, terkadang cinta membuat kita bahagia tetapi juga terkadang membuat kita sengsara, menurut sebagian orang cinta itu begitu penting bagi hidupnya karena mereka beranggapan tanpa cinta hidup mereka tidak berwarna, ingat hidup itu seperti kanfas bukan cinta saja yang bisa mewarnai hidup kita, sahabat pun bisa mewarnai hidup kita kok, seperti saya, saya merasa hidup lebih berwarna karena dikelilingi sahabat-sahabat terbaik saya, hanya sahabat terbaiklah yang bisa membuat hidup kamu berwarna, bukan hanya cinta, malah justru menurut saya cinta itu bukan segalanya, sahabatlah segalanya, coba deh kamu bayangin jika kita tidak punya sahabat, kita jalan Cuma sama pacar, dan keseringan jalan kita jadi bosan dan akhirnya apa kamu tau sendirikan kalo udah bosen sama pacar “akhirnya putus”, jika kita punya sahabat terbaik walaupun kita sering jalan bersama sahabat, kita gak akan bosan dan gak akan pernah bosan dan satu lagi gak akan pernah ada kata putus, jika pacaran pasti ada kata “mantan pacar” tetapi kalo sahabat gak akan pernah ada kata “mantan sahabat” gak akan pernah ada..!!!
Sahabat adalah orang yang selalu mengerti keadaan kita, tetapi kalo pacar adalah orang yang mentingin dirinya sendiri, kamu ngerasa gak sih diperbudak oleh pacar ataupun cinta ?? ya saat kamu jalan berdua sama pacar kamu atau saat kamu anterin manusia yang kamu anggap pacar kamu itu belanja atau pergi ke mall gitu, kamu ngrasa gak ?? secara tidak langsung kamu sudah diperlakukan seperti pesuruh kamu disuruh ini lah kamu disuruh itulah, kamu pernah gak saat bertemu sang pacar kamu itu kamu disuruh berpakaian yang tidak biasanya kamu pakai, misal pacar kamu bilang gini “ sayang, nanti kalo ketemu aku kamu pakek baju ini ya, karena gue suka dengan cowo’ yang pakai baju seperti ini” dan kamu pasti cuma bisa ngangguk atau jawab “iya” gitu doang, kamu seperti itu karena kamu itu gak mau kehilangan manusia yang kamu anggap pacar itu, dari sisi lain kamu belum rasain kehangatan yang diberikan oleh sahabat kamu, sahabat lebih istimewa daripada pacar, sahabat juga tidak pernah merubah penampilan kamu, sahabat juga tidak pernah komplain terhadap kebiasaan buruk kamu seperti ngupil di tempat umum, kamu sadar gak sih sahabat lebih setia daripada pacar, dan kamu juga pernah ngerasain kehilangan sahabat gara-gara pacar kamu, sahabat tidak butuh apa-apa dari kita, mereka hanya butuh kebersamaan dan tertawa bareng, bisa tertawa bareng sahabat itu sesuatu yang sangat berharga banget daripada materi, dan kamu telah menyia-nyia kan itu hanya untuk pacar kamu, pacar yang belum pasti jadi milik kamu selamanya.
Iya kenalin saya Roni, saya punya 3 sahabat yaitu, Rio,Dian, dan yang paling cantik diantara kita berempat yaitu Sisi, saya punya pengalaman dengan pacar dan sahabat, saat itu saya kelas 2 SMA saya punya sahabat yang selalu berada di samping saya dan saya becanda hampir tiap malam, dan saat itu saya mulai kenal dengan cewe’, saya kenal dengan seorang cewe’ bernama Denis, tidak butuh waktu lama saya merasa suka dengannya, sejak saat itu saya sering jalan dengannya dan melupakan sahabat-sahabat yang paling aku sayangi, aku mulai menjauh dari sahabat ku dan mendekat kepada makhluk yang bernama Denis, dan akhirnya kita pun jadian, saya sempat berfikir kalo saya tidak bisa ninggalin sahabat saya tetapi saya juga tidak mau kehilangan Denis karena saya CINTA dengannya, saya jalani saja hari demi hari bersama Denis, saat kita jalan berdua,
DENIS
“sayang, anterin ke mall yuk ??”
GUE
“yaudah ayo sayang”
Sampainya di mall kita keliling dan akhirnya berhenti di tempat perjualan boneka, Denis tertarik pada satu boneka.
DENIS
“sayang beliin ini dong, lucu banget, pengeeen”
GUE
“yaudah loe ambil saja sayang nanti saya bayarin”
DENIS
“sayang liat-liat baju yuk”
GUE
“ayo”
DENIS
“bawain ini sayang, bawain ini juga ya sayang, sekalian kamu bayarin ya sayang”
GUE
“iya sayang”
DENIS
“sayang baik banget deh”
GUE
“ampun deh manusia ini matrai banget, gak lagi deh punya pacar seperti ini” batin saya berbicara
Sejak saat itu saya jadi males jalan dengan dia dan saya jadi keinget sahabat saya yang saya tinggalin begitu saja “apakah mungkin mereka masih menganggap saya sahabatnya, mungkinkah mereka masih memperdulikan saya” suara batin saya dari dalam hati.
Dan lain waktu pacar saya Denis ngajak saya jalan lagi dan saya berniat mencari alasan untuk jenguk sahabat yang lagi sakit keras.
DENIS
“sayang ntar malam jalan yuk”
GUE
“hmm, gimana ya sayang, kayaknya saya harus jengukin sahabat saya yang lagi sakit deh, maaf banget ya saya tidak bisa nemenin kamu jalan”
DENIS
“ohh, jadi kamu lebih mentingin sahabat kamu daripada pacar kamu sendiri”
GUE
“bukannya gitu sayang” berusaha membela diri
DENIS
“lha trus apa !!!” nadanya sedikit lebih keras
GUE
“yaudah deh, mau jalan kemana.??” Terpaksa saya menerima ajakannya
DENIS
“saya mau ke mall lagi”
GUE
“mau ngapain sayang, kemarenkan sudah ke mall” dengan nada capek
DENIS
“gue pengen beli sepatu sayang”
GUE
“haaa, sepatu!!” sedikit jengkel
DENIS
“kenapa ??, gak suka, atau gak mau beliin gue sepatu”
GUE
“bukannya gak mau sayang,”
DENIS
“lha trus..??”
GUE
“gue lagi belum punya uang aja sayang”
DENIS
“ohh gitu..”
Dan disinilah konflik terbesarnya terjadi, sejak saat itu saya mulai menjauh dari Denis, saya berusaha mencari sahabat-sahabat terbaik saya, saya gak menyangka karena cinta saya bakal kehilangan sahabat saya, saya sangat merindukan mereka merindukan canda tawa mereka saat kita kumpul bersama, saya berusaha mencari mereka di tempat kita biasa nongkrong dulu, tapi ternyata mereka tidak ada, saya kembali kerumah dan saya merenung sepanjang hari, sampai suatu saat dering telfon saya berbunyi, saya fikir itu sahabat saya ternyata Denis, saya mengangkat telfon dari Denis.
DENIS
“kamu kemana aja gak pernah ada kabar”
GUE
“maaf saya harus mencari sahabar-sahabat lama saya, karena mereka adalah sahabat terbaik yang pernah saya miliki”
DENIS
“emang kemana dia kok dicari, segitu pentingnya ya buat hidup kamu”
saya langsung menutup telfon dari Denis dan saya mulai benci dengan Denis, saya pergi ke rumah Rio salah satu sahabat gue yang paling baikbermaksut untuk minta maaf kepada dia dan sahabat saya yang lainnya, saya berharap dia ada dirumah. Tak lama kemudian gue sampai rumahnya karna rumah kita tidak terlalu jauh.
GUE
“permisi”
Ternyata ibunya Rio yang keluar menemui saya
IBU RIO
“iya,, ada apa ya nak Roni..?? kok lama gak ketemu kemana..??”
GUE
“ehm, maaf tante, RIO nya ada tante”
IBU RIO
“ohh RIO, ada nak dia dibelakang, silahkan masuk langsung kebelakang saja”
GUE
“terimakasih tante”
saya liat rio sedang duduk termenung di belakang rumah, dan saya mencoba mendekati rio, dia tampak kaget melihat saya datang, saya yang merasa salah mencoba mendekati Rio dan bermaksud meminta maaf.
GUE
“hay, rio”
RIO
“mau apa loe kesini..??”
Tampaknya rio masih marah sama saya yang menghilang tanpa kabar,
GUE
“maafin saya, saya emang salah, kamu pantes kok marah sama saya”
RIO
“kemana aja kamu !!!”
GUE
“pliiis maafin saya, saya sangat merindukan kalian”
RIO
“emang kita masih ada dihati kamu, bukannya hati kamu buat pacar kesayangan kamu itu”
GUE
“tadinya sih begitu, tapi saya sadar sahabat lebih berharga daripada pacar, saya mau kok putusin pacar saya demi kalian”
RIO
“yaudah nanti malem kamu kumpul bareng kita mau gak..???”
GUE
“beneran saya boleh gabung bareng kalian lagi”
RIO
“iyah, bener,dan yang lainnya juga sudah setuju kok kalau kamu balik kumpul bareng kita lagi.”
Fikiran saya salah, saya kira Rio dan yang lainnya bakal marah sama saya dan gak mau jadi sahabat saya lagi ternyata semua bertolak belakang sama fikiran saya,Rio dan yang lainnya masih mau nganggep saya sahabatnya, inilah indahnya persahabatan, persahabatan tidak dapat dipisahkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun kecuali takdir tuhan.
para sahabat saya mengerti keadaan saya, dan saya diterima balik kumpul bersama mereka lagi, saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa tidak ada yang bisa menggantikan posisi sahabat-sahabat saya di hati ini,
Waktu saya berniat mau kumpul bareng sahabat saya, telfon saya berdering lagi-lagi telfon dari Denis, dia ngajakin saya jalan lagi, dan kali ini saya tolak mentah-mentah karena saya ada janji dengan sabahat saya,
DENIS
“hallo”
GUE
“iya”
DENIS
“kita jalan yuk”
GUE
“maaf kali ini saya benar-benar gak bisa terima ajakan kamu, ohh, gini saja kamu temui saya di pos ronda deket rumah saya, kamu tau kan..??”
DENIS
“kenapa gak bisa”
GUE
“yang penting loe temui gue dulu aja sekarang”
DENIS
“yaudah, okey”
Setelah saya matiin telfonnya saya langsung bergegas berangkat pergi ke pos ronda dekat rumah saya dan kumpul sama sahabat saya disana, sekitar 30 menit saya disana akhirnya denis datang juga, saya langsung menghampiri Denis di tepi jalan raya yang tidak jauh dari tempat saya nongkrong.
DENIS
“kenapa saya disuruh kesini..??”
GUE
“saya Cuma mau nunjukin sama kamu kalau inilah lingkunganku, jika kamu gak suka dengan lingkunganku silahkan pergi, saya lebih butuh sahabat saya ini daripada kamu, kamu bisanya Cuma habisin uang saya, beda dengan mereka, mereka menerima saya apa adanya sedangkan kamu menerima saya hanya karena materi..!!!”
DENIS
“ohh jadi kamu lebih milih sahabat kamu daripada saya..??”
GUE
“iya.. saya lebih milih sahabat saya,, kenapa??? kamu gak suka ??”
DENIS
“kita putus sekarang juga”
GUE
“terimakasih, ini yang saya tunggu-tunggu” dengan raut wajah sedikit meremehkan saya menerima permintaan Denis
Denis pun pergi dengan meneteskan air mata, dan saya tidak menyangka saya bisa ngomong seperti itu kepada orang yang saya sayang dengan harapan dia mau berubah dan menerima saya apa adanya tetapi tuhan berkehendak lain dengan hubungan kita ini, kita akhirnya putus, saya beruntung masih mempunyai sahabat yang setia seperti DIAN,RIO, dan yang cantik sendiri yaitu Sisi, mereka adalah sahabat terbaik yang pernah saya miliki, ditengah lamunan saya SISI mengagetkan saya.
SISI
“maaf ya ron karna kita kamu harus putus sama pacar kamu”
GUE
“bukan salah kalian kok, malah saya yang seharusnya minta maaf ke kalian semua, karena saya pergi gitu aja dari kalian tanpa ada kabar”
DIAN
“kita sudah memaafkan kamu kok ron”
SISI,RIO
“iya ron kita sudah memaafkan kamu”
GUE
“emang kalian adalah sahabat terbaik saya, terimakasih sahabat”
SISI,RIO,DIAN
“iya, sama-sama ron”
RIO
“asalkan tidak main asal kabur lagi” *ledekan Rio tertuju ke saya
*kami pun kembali tertawa menghabiskan malam*
Kami pun menghabiskan malam dengan tertawa bersama, kami sudah merasa cukup dengan tawa kami, tanpa cinta membuat kami merasa lebih nyaman.
Sahabat terbaik akan selalu memaafkan kesalahan sahabatnya, dan tidak akan mengungkitnya kembali, hidup kita akan lebih indah ketika kita punya sahabat dan tanpa cinta, jika kita punya pacar kita hanya mendapat kebahagiaan sementara tetapi jika sahabat kita akan mendapat kebahagian selamanya, kapanpun dan dimanapun