hallo guys ini postingan pertama saya, kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan kata-kata CINTA, nah saya disini akan posting masalah CINTA dan SAHABAT, okey langsung saja simak yaaa. :D
“CINTA” iya
sekarang kita bicara soal cinta, terkadang cinta membuat kita bahagia tetapi
juga terkadang membuat kita sengsara, menurut sebagian orang cinta itu begitu
penting bagi hidupnya karena mereka beranggapan tanpa cinta hidup mereka tidak
berwarna, ingat hidup itu seperti kanfas bukan cinta saja yang bisa mewarnai
hidup kita, sahabat pun bisa mewarnai hidup kita kok, seperti saya, saya merasa
hidup lebih berwarna karena dikelilingi sahabat-sahabat terbaik saya, hanya
sahabat terbaiklah yang bisa membuat hidup kamu berwarna, bukan hanya cinta,
malah justru menurut saya cinta itu bukan segalanya, sahabatlah segalanya, coba
deh kamu bayangin jika kita tidak punya sahabat, kita jalan Cuma sama pacar,
dan keseringan jalan kita jadi bosan dan akhirnya apa kamu tau sendirikan kalo
udah bosen sama pacar “akhirnya putus”, jika kita punya sahabat terbaik
walaupun kita sering jalan bersama sahabat, kita gak akan bosan dan gak akan
pernah bosan dan satu lagi gak akan pernah ada kata putus, jika pacaran pasti
ada kata “mantan pacar” tetapi kalo sahabat gak akan pernah ada kata “mantan
sahabat” gak akan pernah ada..!!!
Sahabat adalah orang yang selalu
mengerti keadaan kita, tetapi kalo pacar adalah orang yang mentingin dirinya
sendiri, kamu ngerasa gak sih diperbudak oleh pacar ataupun cinta ?? ya saat
kamu jalan berdua sama pacar kamu atau saat kamu anterin manusia yang kamu
anggap pacar kamu itu belanja atau pergi ke mall gitu, kamu ngrasa gak ??
secara tidak langsung kamu sudah diperlakukan seperti pesuruh kamu disuruh ini
lah kamu disuruh itulah, kamu pernah gak saat bertemu sang pacar kamu itu kamu
disuruh berpakaian yang tidak biasanya kamu pakai, misal pacar kamu bilang gini
“ sayang, nanti kalo ketemu aku kamu pakek baju ini ya, karena gue suka dengan
cowo’ yang pakai baju seperti ini” dan kamu pasti cuma bisa ngangguk atau jawab
“iya” gitu doang, kamu seperti itu karena kamu itu gak mau kehilangan manusia
yang kamu anggap pacar itu, dari sisi lain kamu belum rasain kehangatan yang
diberikan oleh sahabat kamu, sahabat lebih istimewa daripada pacar, sahabat
juga tidak pernah merubah penampilan kamu, sahabat juga tidak pernah komplain
terhadap kebiasaan buruk kamu seperti ngupil di tempat umum, kamu sadar gak sih
sahabat lebih setia daripada pacar, dan kamu juga pernah ngerasain kehilangan
sahabat gara-gara pacar kamu, sahabat tidak butuh apa-apa dari kita, mereka
hanya butuh kebersamaan dan tertawa bareng, bisa tertawa bareng sahabat itu
sesuatu yang sangat berharga banget daripada materi, dan kamu telah menyia-nyia
kan itu hanya untuk pacar kamu, pacar yang belum pasti jadi milik kamu
selamanya.
Iya kenalin saya Roni, saya punya
3 sahabat yaitu, Rio,Dian, dan yang paling cantik diantara kita berempat yaitu
Sisi, saya punya pengalaman dengan pacar dan sahabat, saat itu saya kelas 2 SMA
saya punya sahabat yang selalu berada di samping saya dan saya becanda hampir
tiap malam, dan saat itu saya mulai kenal dengan cewe’, saya kenal dengan
seorang cewe’ bernama Denis, tidak butuh waktu lama saya merasa suka dengannya,
sejak saat itu saya sering jalan dengannya dan melupakan sahabat-sahabat yang
paling aku sayangi, aku mulai menjauh dari sahabat ku dan mendekat kepada
makhluk yang bernama Denis, dan akhirnya kita pun jadian, saya sempat berfikir
kalo saya tidak bisa ninggalin sahabat saya tetapi saya juga tidak mau
kehilangan Denis karena saya CINTA dengannya, saya jalani saja hari demi hari
bersama Denis, saat kita jalan berdua,
DENIS
“sayang,
anterin ke mall yuk ??”
GUE
“yaudah
ayo sayang”
Sampainya
di mall kita keliling dan akhirnya berhenti di tempat perjualan boneka, Denis
tertarik pada satu boneka.
DENIS
“sayang
beliin ini dong, lucu banget, pengeeen”
GUE
“yaudah
loe ambil saja sayang nanti saya bayarin”
DENIS
“sayang
liat-liat baju yuk”
GUE
“ayo”
DENIS
“bawain
ini sayang, bawain ini juga ya sayang, sekalian kamu bayarin ya sayang”
GUE
“iya
sayang”
DENIS
“sayang
baik banget deh”
GUE
“ampun
deh manusia ini matrai banget, gak lagi deh punya pacar seperti ini” batin saya
berbicara
Sejak saat itu saya jadi males jalan
dengan dia dan saya jadi keinget sahabat saya yang saya tinggalin begitu saja
“apakah mungkin mereka masih menganggap saya sahabatnya, mungkinkah mereka
masih memperdulikan saya” suara batin saya dari dalam hati.
Dan lain waktu pacar saya Denis ngajak
saya jalan lagi dan saya berniat mencari alasan untuk jenguk sahabat yang lagi
sakit keras.
DENIS
“sayang
ntar malam jalan yuk”
GUE
“hmm,
gimana ya sayang, kayaknya saya harus jengukin sahabat saya yang lagi sakit
deh, maaf banget ya saya tidak bisa nemenin kamu jalan”
DENIS
“ohh,
jadi kamu lebih mentingin sahabat kamu daripada pacar kamu sendiri”
GUE
“bukannya
gitu sayang” berusaha membela diri
DENIS
“lha
trus apa !!!” nadanya sedikit lebih keras
GUE
“yaudah
deh, mau jalan kemana.??” Terpaksa saya menerima ajakannya
DENIS
“saya
mau ke mall lagi”
GUE
“mau
ngapain sayang, kemarenkan sudah ke mall” dengan nada capek
DENIS
“gue
pengen beli sepatu sayang”
GUE
“haaa,
sepatu!!” sedikit jengkel
DENIS
“kenapa
??, gak suka, atau gak mau beliin gue sepatu”
GUE
“bukannya
gak mau sayang,”
DENIS
“lha
trus..??”
GUE
“gue
lagi belum punya uang aja sayang”
DENIS
“ohh
gitu..”
Dan disinilah konflik terbesarnya
terjadi, sejak saat itu saya mulai menjauh dari Denis, saya berusaha mencari
sahabat-sahabat terbaik saya, saya gak menyangka karena cinta saya bakal
kehilangan sahabat saya, saya sangat merindukan mereka merindukan canda tawa
mereka saat kita kumpul bersama, saya berusaha mencari mereka di tempat kita
biasa nongkrong dulu, tapi ternyata mereka tidak ada, saya kembali kerumah dan
saya merenung sepanjang hari, sampai suatu saat dering telfon saya berbunyi,
saya fikir itu sahabat saya ternyata Denis, saya mengangkat telfon dari Denis.
DENIS
“kamu
kemana aja gak pernah ada kabar”
GUE
“maaf
saya harus mencari sahabar-sahabat lama saya, karena mereka adalah sahabat
terbaik yang pernah saya miliki”
DENIS
“emang
kemana dia kok dicari, segitu pentingnya ya buat hidup kamu”
saya langsung menutup telfon dari
Denis dan saya mulai benci dengan Denis, saya pergi ke rumah Rio salah satu
sahabat gue yang paling baikbermaksut untuk minta maaf kepada dia dan sahabat
saya yang lainnya, saya berharap dia ada dirumah. Tak lama kemudian gue sampai
rumahnya karna rumah kita tidak terlalu jauh.
GUE
“permisi”
Ternyata
ibunya Rio yang keluar menemui saya
IBU
RIO
“iya,,
ada apa ya nak Roni..?? kok lama gak ketemu kemana..??”
GUE
“ehm,
maaf tante, RIO nya ada tante”
IBU
RIO
“ohh
RIO, ada nak dia dibelakang, silahkan masuk langsung kebelakang saja”
GUE
“terimakasih
tante”
saya
liat rio sedang duduk termenung di belakang rumah, dan saya mencoba mendekati rio,
dia tampak kaget melihat saya datang, saya yang merasa salah mencoba mendekati
Rio dan bermaksud meminta maaf.
GUE
“hay,
rio”
RIO
“mau
apa loe kesini..??”
Tampaknya
rio masih marah sama saya yang menghilang tanpa kabar,
GUE
“maafin
saya, saya emang salah, kamu pantes kok marah sama saya”
RIO
“kemana
aja kamu !!!”
GUE
“pliiis
maafin saya, saya sangat merindukan kalian”
RIO
“emang
kita masih ada dihati kamu, bukannya hati kamu buat pacar kesayangan kamu itu”
GUE
“tadinya
sih begitu, tapi saya sadar sahabat lebih berharga daripada pacar, saya mau kok
putusin pacar saya demi kalian”
RIO
“yaudah
nanti malem kamu kumpul bareng kita mau gak..???”
GUE
“beneran
saya boleh gabung bareng kalian lagi”
RIO
“iyah,
bener,dan yang lainnya juga sudah setuju kok kalau kamu balik kumpul bareng
kita lagi.”
Fikiran saya salah, saya kira Rio
dan yang lainnya bakal marah sama saya dan gak mau jadi sahabat saya lagi
ternyata semua bertolak belakang sama fikiran saya,Rio dan yang lainnya masih
mau nganggep saya sahabatnya, inilah indahnya persahabatan, persahabatan tidak
dapat dipisahkan oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun kecuali takdir tuhan.
para sahabat saya mengerti
keadaan saya, dan saya diterima balik kumpul bersama mereka lagi, saya berjanji
pada diri saya sendiri bahwa tidak ada yang bisa menggantikan posisi
sahabat-sahabat saya di hati ini,
Waktu saya berniat mau kumpul
bareng sahabat saya, telfon saya berdering lagi-lagi telfon dari Denis, dia
ngajakin saya jalan lagi, dan kali ini saya tolak mentah-mentah karena saya ada
janji dengan sabahat saya,
DENIS
“hallo”
GUE
“iya”
DENIS
“kita
jalan yuk”
GUE
“maaf
kali ini saya benar-benar gak bisa terima ajakan kamu, ohh, gini saja kamu
temui saya di pos ronda deket rumah saya, kamu tau kan..??”
DENIS
“kenapa
gak bisa”
GUE
“yang
penting loe temui gue dulu aja sekarang”
DENIS
“yaudah,
okey”
Setelah saya matiin telfonnya
saya langsung bergegas berangkat pergi ke pos ronda dekat rumah saya dan kumpul
sama sahabat saya disana, sekitar 30 menit saya disana akhirnya denis datang
juga, saya langsung menghampiri Denis di tepi jalan raya yang tidak jauh dari
tempat saya nongkrong.
DENIS
“kenapa
saya disuruh kesini..??”
GUE
“saya
Cuma mau nunjukin sama kamu kalau inilah lingkunganku, jika kamu gak suka
dengan lingkunganku silahkan pergi, saya lebih butuh sahabat saya ini daripada
kamu, kamu bisanya Cuma habisin uang saya, beda dengan mereka, mereka menerima
saya apa adanya sedangkan kamu menerima saya hanya karena materi..!!!”
DENIS
“ohh
jadi kamu lebih milih sahabat kamu daripada saya..??”
GUE
“iya..
saya lebih milih sahabat saya,, kenapa??? kamu gak suka ??”
DENIS
“kita
putus sekarang juga”
GUE
“terimakasih,
ini yang saya tunggu-tunggu” dengan raut wajah sedikit meremehkan saya menerima
permintaan Denis
Denis pun pergi dengan meneteskan
air mata, dan saya tidak menyangka saya bisa ngomong seperti itu kepada orang
yang saya sayang dengan harapan dia mau berubah dan menerima saya apa adanya
tetapi tuhan berkehendak lain dengan hubungan kita ini, kita akhirnya putus,
saya beruntung masih mempunyai sahabat yang setia seperti DIAN,RIO, dan yang
cantik sendiri yaitu Sisi, mereka adalah sahabat terbaik yang pernah saya
miliki, ditengah lamunan saya SISI mengagetkan saya.
SISI
“maaf
ya ron karna kita kamu harus putus sama pacar kamu”
GUE
“bukan
salah kalian kok, malah saya yang seharusnya minta maaf ke kalian semua, karena
saya pergi gitu aja dari kalian tanpa ada kabar”
DIAN
“kita
sudah memaafkan kamu kok ron”
SISI,RIO
“iya
ron kita sudah memaafkan kamu”
GUE
“emang
kalian adalah sahabat terbaik saya, terimakasih sahabat”
SISI,RIO,DIAN
“iya,
sama-sama ron”
RIO
“asalkan
tidak main asal kabur lagi” *ledekan Rio tertuju ke saya
*kami
pun kembali tertawa menghabiskan malam*
Kami pun menghabiskan malam
dengan tertawa bersama, kami sudah merasa cukup dengan tawa kami, tanpa cinta
membuat kami merasa lebih nyaman.
Sahabat terbaik akan
selalu memaafkan kesalahan sahabatnya, dan tidak akan mengungkitnya kembali,
hidup kita akan lebih indah ketika kita punya sahabat dan tanpa cinta, jika
kita punya pacar kita hanya mendapat kebahagiaan sementara tetapi jika sahabat
kita akan mendapat kebahagian selamanya, kapanpun dan dimanapun
